Senin, 16 Mei 2011

Sastra dan Pendidikan

Tujuan sastrawan ialah berguna atau memberi nikmat, ataupun sekaligus mengatakan hal-hal yang enak dan beretika untuk kehidupan
( Horatius )
Tiga hal yang bisa kita bahas jika kita membicarakan sastra dan pendidikan, yakni:

1 Pendidikan tentang Sastra
Pendidikan tentang sastra merupakan pendidikan yang membahas hal ihwal tentang sastra dan juga mengajarkan tentang sejarah sastra dengan tujuan mengembangkan kompetensi teori sastra .

2 Pendidikan Sastra
Kompetensi yang diasah dalam pendidikan sastra tersebut adalah kemampuan menikmati dan menghargai karya sastra . Peserta didik dituntut untuk bisa mengapresiasikan karya sasrta dengan berbagai pendekatan .

3 Pendidikan melalui Sastra
Melalui sastra dapat mengembangkan peserta didik dalam hal keseimbangan antara spiritual , emosional , etika , logika , estetika , dan kinestetika ; pengembangan kecakapan hidup ; belajar sepanjang hayat ; serta pendidikan kemenyeluruhan dan kemitraan .

Pembelajaran sastra digunakan sebagai salah satu kecakapan hidup yang harus diperoleh melalui pengalaman belajar . Yang mencakup kecakapan hidup adalah kecakapan mengenal diri, kecakapan berpikir rasional , kecakapan sosial , kecakapan akademik , dan kecakapan vokasional .
Pendidikan menyeluruh dan kemitraan dalam dokumen pendidikan dikemukakan empat pilar pendidikan kesejagatan , yaitu belajar mengetahui , melakukan , belajar menjaga , dan belaja hidup bersama . Semua itu bisa diajarkan melalui pembelajaran sastra .
Ada beberapa model pembelajaran sastra yang sering digunakan adalah model pembelajaran kontekstual yang menekankan pada proses belajar mengajar lebih berpusat pada aktivasi siswa . Model pembelajaran sastra lainnya adalah pembelajaran kooperatif , pembelajaran terpadu , pembelajaran berbasis masalah , pembelajaran interaksi dinamis , dan pembelajaran kuantum .

0 komentar:

Posting Komentar